Ahlan wa Sahlan, Saudaraku..

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh..

Ini adalah blog resmi Kajian Wisata Ruhani Undip untuk mempermudah seluruh Jamaah Masjid Kampus Undip untuk berinteraksi baik tanya jawab tentang syariah dan kehidupan sehari-hari.
Dan juga disediakan seluruh file dan dokumentasi di setiap kajian, semoga dapat mengobati kerinduan terhadap Kajian Islam karena sibuknya aktifitas baik kuliah, kerja, maupun aktifitas lainnya..

Selanjutnya semoga ini bisa menjadi sarana terbaik kita bersama menjadi Muslim yang terbaik..

Wisata Ruhani
"Bersama Menuju Kebaikan"

02 February 2013

[Bukan] Habibie dan Ainun


Walaupun Saya belum menonton film “Habibie dan Ainun”  tapi cukuplah novelnya mampu membuat saya kehabisan kata-kata, hati saya gerimis. 

Kembali ke Just Alvin, Pak Habibie mengulang cerita yang sama , ini untuk kesekian banyak kalinya saya mendengarkan cerita beliau tentang ibu Ainun , saya mendengarkan dengan khidmat dan untuk kesekian banya kalinya juga saya kehabisan kata-kata.

Sehebat inikah kekuatan cinta? 
  

16 January 2013

Enam Perusak Ukhuwah


Enam Perusak Ukhuwah
oleh Drs. H. Ahmad Yani

“Sesungguhnya mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [QS Al-Hujurat (49):10]

Pada masyarakat Islam, persatuan dan kesatuan atau lebih sering disebut dengan ukhuwah Islamiyah merupakan sesuatu yang sangat penting dan mendasar, apalagi hal ini merupakan salah satu ukuran keimanan yang sejati. Karena itu, ketika Nabi Saw berhijrah ke Madinah, yang pertama dilakukannya adalah Al-Muakhah, yakni mempersaudarakan sahabat dari Makkah atau muhajirin dengan sahabat yang berada di Madinah atau kaum Anshar. Ini berarti, ketika seseorang atau suatu masyarakat beriman, maka seharusnya ukhuwah Islamiyah yang didasari oleh iman menjelma dalam kehidupan sehari-hari, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [QS Al-Hujurat (49):10]

30 December 2012

Pacar'an aja, yuk!

facebook.com/kocakres

Daripada jalan-jalan sampai kemaleman menyambut tahun baru, lebih baik Pacar'an (Pada Baca Qur'an) aja, yuk! Dalam Islam, ga ada kebiasaan khusus dalam menyambut tahun baru, lho ^_^
Ada yang sudah khatam di tahun ini? Semoga saja, tidak bosan membaca dan mentadaburinya berkali-kali..

22 November 2012

Makna Puasa Tasu’a dan Asyura



Kaifa haluk, sobat Wisata Ruhani? Semoga senantiasa dalam nikmat Iman, Islam, Ihsan, serta nikmat sehat, dan semangat selalu, yah. Alhamdulillah, kita memasuki bulan mulia di tahun baru 1434 Hijriyah ini. Sebuah bulan yang mulia karena memiliki keutamaan di dalamnya.
Shaum of the Sheep ^^ [sumber]

Allah SWT berfirman dalam QS At Taubah: 36, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram…” (QS. At-Taubah: 36). Adapun bulan-bulan yang telah Allah tetapkan sebagai bulan haram (bulan yang dimuliakan, ed) adalah bulan Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

14 November 2012

Semangat Tahun Baru 1434 Hijriah


Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriyah

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal


Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram? Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya. Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun. Silakan simak pembahasan berikut.
Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram
Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram. Lihatlah firman Allah Ta’ala berikut.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)