Ahlan wa Sahlan, Saudaraku..

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh..

Ini adalah blog resmi Kajian Wisata Ruhani Undip untuk mempermudah seluruh Jamaah Masjid Kampus Undip untuk berinteraksi baik tanya jawab tentang syariah dan kehidupan sehari-hari.
Dan juga disediakan seluruh file dan dokumentasi di setiap kajian, semoga dapat mengobati kerinduan terhadap Kajian Islam karena sibuknya aktifitas baik kuliah, kerja, maupun aktifitas lainnya..

Selanjutnya semoga ini bisa menjadi sarana terbaik kita bersama menjadi Muslim yang terbaik..

Wisata Ruhani
"Bersama Menuju Kebaikan"

Showing posts with label pemuda. Show all posts
Showing posts with label pemuda. Show all posts

27 June 2012

Tiga Bekal untuk Para Pemuda

dakwatuna.com – Seorang yang memegang misi panjang, tentu menyiapkan bekal menjadi hal amat penting. Demikian pula dengan pemuda yang sudah sadar akan peran sebenarnya di tengah sekumpulan makhluk Allah lainnya. Bekal di sini tak cukup hanya mencakup finansial saja. Justru bekal non fisiklah yang terbukti membuat banyak pejuang dan para pendahulu kita berhasil dalam misinya.

Bang Porkas (2012) menuturkan setidaknya ada tiga bekal yang patut diusahakan berada dalam genggaman pejuang muda, yaitu at-tarbiyah al-fithriyah, al-‘ilmu wa al-hikmah, dan asy-syakhshiyah al-qiyaadiyah.

05 June 2012

Sekolah 'Master' Depok Kirim Siswa Terbaik ke Afsel

sekolah master (masjid terminal) depok
Liputan6.com, Depok: Sekolah Master alias Masjid Terminal Depok kembali menjadi perhatian publik. Bukan karena fasilitasnya yang mewah atau terkenal karena para siswanya anak orang-orang kaya di negeri ini, tapi semua justru kebalikannya.

Mayoritas siswa sekolah Master adalah anak-anak jalanan dari keluarga miskin. Tapi tak berarti kualitas sekolah tersebut acak-acakan. Mutu para siswanya bisa diandalkan.

Setiap tahun sekolah milik yayasan Bina Insan Mandiri ini mendapat beasiswa pendidikan di sejumlah negara di luar negeri. Tahun ini, terdapat empat siswa yang memperoleh beasiswa ke Afrika Selatan. Dion Kurniarto meraih beasiswa tersebut. Kini keempat siswa dari keluarga tak mampu itu terus giat mempersiapkan diri mempelajari Bahasa Inggris dan Arab yang akan dipakai sebagai bahasa pengantar.

Menurut ketua yayasan, Nurrohim, bulan Agustus mendatang keempat siswa tersebut akan menyusul lima senior mereka yang juga belajar di Afrika Selatan sejak tahun lalu. (Vin)

23 May 2012

Celupan dan Perubahan

ilustrasi
dakwatuna.com - Menara tua itu masih tetap setia menjadi teman bagi mereka. Setia merelakan pelatarannya dijejali sejumlah manusia yang hampir semuanya berpenampilan tak biasa. Itulah mereka; sampah masyarakat, orang-orang tak berguna, dan gelandangan pembuat resah masyarakat. Paling tidak, tiga hal ini sudah cukup menjadi citra dominan mereka di dalam benak kebanyakan orang.

Sebelas lebih 30 menit, tepat. Inilah waktu yang ditunjukkan oleh jam dinding yang terpasang di menara tempat sampah-sampah masyarakat itu berkumpul dan bercengkerama. Asap rokok membumbung menuju ke langit, seolah punya niat hendak menundukkan keperkasaan sang raja siang. Lagu yang syairnya berisi hujatan terhadap pemerintah pun terdengar membahana, keluar secara serempak dari mulut-mulut mereka. Dibersamai iringan dua buah gitar yang dimainkan dua orang dari mereka, dan satu buah alat tabuh yang dimainkan salah satu dari mereka.

Di sebuah sudut, Jazuri menyaksikan seorang pria yang juga berpenampilan serupa dengan sampah-sampah masyarakat itu. Duduk terpekur sendirian. Terpisah dari hingar-bingar teman-temannya yang lain. Sebatang rokok terapit di sudut bibirnya yang hitam dicat lipstik. Asap pun mengelun dari bibir dan lubang hidung pria itu.

11 January 2012

Katanya Allah itu Ada, Mana Buktinya? Kenapa Tidak Bisa Kita Lihat?


dakwatuna.com – Assalamu’alaikum William…
Maaf ya tadi pembicaraan kita terpotong shalat Maghrib. Maaf juga tadi saya janji mau sampaikan jawabannya bukan melalui pesan ke inbox William tapi lewat catatan ini. Selain agar bisa dibaca oleh teman-teman lain, juga kalau ada yang kurang, ada yang menambahkan, atau kalau ada yang salah ada yang meluruskan…
Saya lupa William cerita itu dari mana sumber bacaannya, kalau tidak salah dari buku aqidah. Saya juga lupa William di mana saya sampaikan cerita itu, di kelas atau di masjid. Yang jelas kamu waktu itu masih kecil, dan masih di SMP, soalnya di angkatanmu sudah tidak ada SMU-nya di Alka.
Kisah ini termasuk kategori ‘Raddus-Syuhubuhat’ (jawaban atas tuduhan) tentang Islam. Musuh-musuh Islam selalu mencari-cari permasalahan dalam agama ini yang sulit dijawab oleh logika kita dan tujuannya agar kaum Muslimin ragu terhadap kebenaran agama mereka, terutama masalah aqidah.
Saya juga kurang ingat betul William apakah ketiga pemuda itu beragama Kristen atau Atheis yang anti agama. Intinya ketiga orang pemuda itu ingin menguji pemahaman seorang ulama tentang Islam. Kalau ia tidak bisa menjawab ketiga pertanyaan itu, apalagi orang awam. Dan kalau tidak ada jawaban yang logis dan memuaskan, maka ada kelemahan dalam agama ini.

07 January 2012

Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan


best seller

Resensi Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan
by Salim A. Fillah

Alangkah seringnya
Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan
Membuat detik-detik di depan terasa hambar
Belajar dari ahli puasa
Ada dua kebahagiaan baginya
Saat berbuka
Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala
Inilah puasa panjang syahwatku
Kekuatan ada pada menahan
Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan
Coba saja
Kalau Allah yang menghalalkan
Setitis cicipan surga
Kan menjadi shadaqah berpahala
Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang lagi jatuh hati atau sedang pacaran bersama doi yang dipenuhi hasrat nikah dini tapi belum bernyali yang sedang menjalani proses penuh liku dan yang ingin melanggengkan masa-masa indah pernikahannya.

06 January 2012

Kaum Intelektual Prestatif


gelar = prestatif ?
Seringkali sebagai mahasiswa kita salah kaprah dalam memaknai prestasi. Kita mengalami redefinisi prestasi sebagai sebuah nilai kebanggaan atas nilai keduniaan. Prestasi menjadi terbatas sebagai nilai IPK tinggi, harta yang banyak dan kehidupan mewah. Tidak dapat disalahkan memang, sebab ukuran keberhasilan seringkali atas perspektif duniawi. Tapi sebagai aktivis tarbiyah, kesalahan paradigma itu harus diluruskan untuk menciptakan momentum perubahan.  Kampus berpeluang besar mencerdaskan salah kaprah yang selalu terjadi. Tanpa menghilangkan makna diatas, kata prestasi harus diberikan nilai tambah bernama keimanan. Sebab dasar keimanan mampu membentuk moralitas dan menghasilkan  manusia cerdas.

Dalam dunia kampus, makna prestasi tidak hanya IPK tinggi. Perlu ada redefinisi bagaimana merumuskan penilaian mahasiswa berprestasi. Kita jangan terjebak penyempitan makna, sehingga terjebak pada generalisasi kata prestasi. Mahasiswa sebagai kaum intelektual jangan terjebak pada pragmantisme sempit. Ketika rutinitas akademik menjebak, persoalan lain tidak mampu tertuntaskan. Maka pengetahuan harus  sinergis dengan nilai religius. Penulis mencoba mengurai,tiga kebiasaan membentuk mahasiswa tarbiyah yang selalu segar dan energik.

05 January 2012

Tears of GAZA


sadarkah kita, diam kita bisa jadi membawa bencana?

18 December 2011

Mu'adz bin Jabal, Pelita Ilmu dan Amal


Tatkala Rasulullah mengambil baiat dari orang-orang Anshar pada perjanjian Aqabah yang kedua, diantara para utusan yang terdiri atas 70 orang itu terdapat seorang anak muda dengan wajah berseri, pandangan menarik dan gigi putih berkilat serta memikat.  Perhatian dengan sikap dan ketenangannya. Dan jika bicara maka orang yang melihat akan tambah terpesona karenanya. Nah, itulah dia Mu'adz bin Jabal RA.

Dengan demikian, ia adalah seorang tokoh dari kalangan Anshar yang ikut baiat pada Perjanjian Aqabah kedua, hingga termasuk Ash-Shabiqul Awwalun—golongan yang pertama masuk Islam. Dan orang yang lebih dulu masuk Islam dengan keimanan serta keyakinannya seperti demikian, mustahil tidak akan turut bersama Rasulullah dalam setiap perjuangan.

Maka demikianlah halnya Mu'adz. Tetapi kelebihannya yang paling menonjol dan keitstimewaannnya yang utama ialah fiqih atau keahliannya dalam soal hukum. Keahliannya dalam fiqih dan ilmu pengetahuan ini mencapai taraf yang menyebabkannya berhak menerima pujian dari Rasulullah SAW dengan sabdanya: "Umatku yang paling tahu akan yang halal dan yang haram ialah Mu'adz bin Jabal."