Ahlan wa Sahlan, Saudaraku..

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh..

Ini adalah blog resmi Kajian Wisata Ruhani Undip untuk mempermudah seluruh Jamaah Masjid Kampus Undip untuk berinteraksi baik tanya jawab tentang syariah dan kehidupan sehari-hari.
Dan juga disediakan seluruh file dan dokumentasi di setiap kajian, semoga dapat mengobati kerinduan terhadap Kajian Islam karena sibuknya aktifitas baik kuliah, kerja, maupun aktifitas lainnya..

Selanjutnya semoga ini bisa menjadi sarana terbaik kita bersama menjadi Muslim yang terbaik..

Wisata Ruhani
"Bersama Menuju Kebaikan"

Showing posts with label niat. Show all posts
Showing posts with label niat. Show all posts

11 April 2012

Delapan Indikator Keislaman Seseorang

MANUSIA yang bertakwa adalah manusia yang paling mulia di sisi Allah. Dan orang yang bertakwa segara orientasi hidupnya kepada Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎). “Anta maqshuduna, ridhaka mathlubuna, dunyana wa ukhrana” (Engkaulah tujuan puncak kami, keridhaan-Mu yang aku cari, demi menggapai kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat kami). Bukan yang lain. Bukan karena ilmu kita, jabatan kita, kepandaian kita, harta kita atau orientasi dunia lainnya.

Dengan takwa, manusia selalu mentauhidkan Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎) dan tidak menyekutukan-Nya. Selalu mengingat-Nya dan tidak melupakan-Nya. Selalu mensyukuri karunia-Nya dan tidak mengingkari-Nya. Selalu mendekatkan diri kepada-Nya dan tidak menjauhi-Nya, meminjam istilah Ibnu Masud dalam Tafsir Ath Thabari.

Indikator Keislaman

Lantas apa indikasinya bahwa keislaman kita sesuai “Manhaj Nubuwwah”? setidaknya ada delapan indikato yang bisa memudahkan kita sebagai alat ukur mutu keislaman seseorang;

13 March 2012

Tergantung Niat

bersama sepi
dakwatuna.com - Lembayung senja menemani langkah Fatin. Bergegas ia menuju ke jalan besar untuk menunggu angkutan umum yang akan mengantarnya pulang ke rumah.
“Lagi dan lagi, saya sendiri.” Ucap Fatin lirih.
Sambil terus berdzikir, ia menatap secara seksama arah datangnya angkutan.
****
Sore itu adalah sore kesekian Fatin hadir sendiri menghadiri pengajian pekanan di rumah Mbak Khaira –guru ngaji Fatin-. Keempat rekannya tidak hadir, Aisyah dan Naura berhalangan hadir sedangkan Rayya dan Naila tidak ada keterangan.
Pukul empat lewat Fatin telah tiba di rumah Mbak Khaira setelah sebelumnya menelpon Aisyah, apakah mengaji atau tidak. Karena Aisyah tidak mendapat kabar apapun dari Mbak Khaira, ia pikir pengajian tetap di adakan. Fatin pun dengan mantap berangkat untuk menuntut ilmu, meskipun hari itu ia merasakan tidak enak badan.