dakwatuna.com - Bunda sedang mencuci piring di dapur ketika terdengar suara pintu ditutup dengan keras. Belum sempat Bunda memeriksa ke depan, muncul Faiz dengan nafas tersengal.
“Kamu yang tadi menutup pintu, Sayang?”
Faiz hanya menjawab dengan anggukan. Raut wajahnya seperti orang ketakutan, membuat Bunda jadi penasaran.
“Ada apa, Sayang? Kok kamu seperti sedang ketakutan?” Bunda menghentikan kesibukannya, mendekat ke arah Faiz yang bersandar di bingkai pintu.
“Ada… orang… yang… mau minta-minta, Bunda” patah-patah Faiz menjelaskan.
“Ada orang yang mau minta-minta?” Bunda mengulang perkataan Faiz. “Kok malah kamu tutup pintunya?” Bunda jadi bingung.
Setelah menghabiskan segelas air putih yang diberikan Bunda, pelan Faiz menjelaskan bahwa saat bermain di rumah salah satu teman sekolahnya, ibu sang teman berpesan pada anaknya agar segera menutup pintu bila ada pengamen, peminta-minta atau pencari sumbangan datang. Menciptakan kesan seolah tidak ada orang di rumah hingga mereka berlalu, mendatangi rumah yang lain.